Survei Lapangan Jalan Lintas Sumbar, Pelebaran Direncanakan di Polongan Enam, di Kawasan Hutan Lindung Aman
Admin Sumbar Jaya
•
27 Agustus 2026, 03:59 WIB
•
210 views
Pasaman Barat, Sumbarjaya.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) melakukan survey lapangan bersama untuk rencana pengerjaan ruas jalan lintas yang menghubungkan Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat menuju Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman. Kegiatan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026.
Tim Gabungan Turun ke Lokasi
Survey dilakukan secara kolaboratif lintas instansi guna memetakan kondisi riil di lapangan sebelum pelaksanaan pekerjaan. Hadir dalam kegiatan:
- Yoga Randa, ST., MT. — Perwakilan Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat.
- Pihak kontraktor pelaksana dan konsultan perencana.
- Yusko Pili — Perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Pasaman Barat.
Titik Kerusakan Paling Parah: Polongan Enam.
Hasil survey menunjukkan titik yang mengalami kerusakan terberat berada di Polongan Enam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Di lokasi tersebut direncanakan akan dilakukan pemotongan tebing di tepi jalan guna memperlebar badan jalan, sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan keamanan lalu lintas. Hal ini ditegaskan langsung oleh Yoga Randa, ST., MT. di lokasi survey.
Pelebaran Jalan Dinilai Aman dari Kawasan Hutan Lindung.
Keterkaitan rencana pekerjaan dengan kawasan konservasi menjadi perhatian utama. Yusko Pili dari KPHL Pasaman Barat memberikan kepastian terkait batas kawasan hutan lindung :
"Kawasan hutan lindung dari tepi jalan berkisar 20 sampai 40 meter, jadi dianggap aman dari kawasan hutan lindung jika dilakukan pelebaran," ujarnya.
Pernyataan ini menjadi landasan penting agar proyek dapat berjalan tanpa benturan dengan aturan perlindungan lingkungan dan kawasan hutan.
Harapan Dukungan Masyarakat demi Kelancaran Proyek.
Yoga Randa menyampaikan harapan agar masyarakat di sepanjang ruas jalan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan nantinya. Partisipasi dan pengertian warga dinilai sangat krusial agar pembangunan dapat :
✅ Berjalan cepat dan lancar.
✅ Menghasilkan konstruksi. berkualitas dan tahan lama.
✅ Memberikan manfaat optimal bagi mobilitas dan perekonomian daerah.
Pelebaran dan perbaikan ruas jalan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar Kabupaten.
Di ketahui menurunkan biaya logistik, serta memperlancar distribusi hasil bumi dan pergerakan warga di wilayah Pasaman Barat dan Pasaman. ( Adi )
Tim Gabungan Turun ke Lokasi
Survey dilakukan secara kolaboratif lintas instansi guna memetakan kondisi riil di lapangan sebelum pelaksanaan pekerjaan. Hadir dalam kegiatan:
- Yoga Randa, ST., MT. — Perwakilan Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat.
- Pihak kontraktor pelaksana dan konsultan perencana.
- Yusko Pili — Perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Pasaman Barat.
Titik Kerusakan Paling Parah: Polongan Enam.
Hasil survey menunjukkan titik yang mengalami kerusakan terberat berada di Polongan Enam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Di lokasi tersebut direncanakan akan dilakukan pemotongan tebing di tepi jalan guna memperlebar badan jalan, sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan keamanan lalu lintas. Hal ini ditegaskan langsung oleh Yoga Randa, ST., MT. di lokasi survey.
Pelebaran Jalan Dinilai Aman dari Kawasan Hutan Lindung.
Keterkaitan rencana pekerjaan dengan kawasan konservasi menjadi perhatian utama. Yusko Pili dari KPHL Pasaman Barat memberikan kepastian terkait batas kawasan hutan lindung :
"Kawasan hutan lindung dari tepi jalan berkisar 20 sampai 40 meter, jadi dianggap aman dari kawasan hutan lindung jika dilakukan pelebaran," ujarnya.
Pernyataan ini menjadi landasan penting agar proyek dapat berjalan tanpa benturan dengan aturan perlindungan lingkungan dan kawasan hutan.
Harapan Dukungan Masyarakat demi Kelancaran Proyek.
Yoga Randa menyampaikan harapan agar masyarakat di sepanjang ruas jalan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan nantinya. Partisipasi dan pengertian warga dinilai sangat krusial agar pembangunan dapat :
✅ Berjalan cepat dan lancar.
✅ Menghasilkan konstruksi. berkualitas dan tahan lama.
✅ Memberikan manfaat optimal bagi mobilitas dan perekonomian daerah.
Pelebaran dan perbaikan ruas jalan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar Kabupaten.
Di ketahui menurunkan biaya logistik, serta memperlancar distribusi hasil bumi dan pergerakan warga di wilayah Pasaman Barat dan Pasaman. ( Adi )