Pilwana Solok Usai, Siapa Saja Yang Berhasil Rebut Kursi Sebagai Wali Nagari
Admin Sumbar Jaya
•
10 September 2026, 04:41 WIB
•
23 views
Kabupaten Solok, Sumbarjaya.com - Perebutan kursi kepemimpinan dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di 23 nagari se-Kabupaten Solok resmi berakhir pada Rabu (9/9/2026) Kemaren.
Dan hasilnya telah menentukan siapa terpilih untuk memimpin delapan tahun kedepan.
Pesta demokrasi tingkat nagari yang berlangsung penuh dinamika ini akhirnya melahirkan 23 nakhoda baru yang berhasil mengamankan kepercayaan publik di daerah masing-masing.
Kemenangan ini menjadi awal dari beban amanah besar yang harus dipikul oleh para calon terpilih di wilayahnya.
Para pemenang dituntut membuktikan janji politik mereka lewat pengabdian nyata, demi membawa nagari menuju arah yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
Sinyal dukungan dan penegasan peran strategis para pemenang turut disuarakan oleh Founder Sumbar Agro Industri, DR Adli.
Ia menyoroti bahwa fondasi utama kemajuan daerah berada penuh di tangan para pimpinan nagari terpilih.
“Nagari yang kuat, akan melahirkan Kabupaten Solok yang lebih maju,” tegas Adli.
Daftar kandidat yang sukses menumbangkan rivalnya yakni Simanau (Dhani), Batu Bajanjang (Datul Asri), Kinari (Maifendri), Aie Luo (Sapriadi), Bukik Tandang (Ermanto), Lolo (Nasrizal), Sulit Air (Arianto B), Sibarambang (Riveroni), Paninggahan (Mafril A), Kotosani (Maimirda), Gaung Ciri (Hidayat), dan Batu Barus (Budi Marta).
Nama pemenang lainnya meliputi Aripan (Suherman), Jawi-Jawi (Kelly B), Panyakalan (Novendri), Surian (Salsabil), Kampung Baru Bt Dalam (Karmi), Paninjauan (Yonnafri), Salimpek (Afdalil Zikri), Muara Panas (Jonli A), Kuncir (Jalwarnita), Alahan Panjang (Fauzi U), serta Air Dingin (Endra PG).
Usai kontestasi politis berakhir, sekat perpecahan warga harus segera dilebur demi merajut kembali keharmonisan di tengah masyarakat.
Para wali nagari terpilih kini berhadapan langsung dengan tantangan merealisasikan empat pilar utama pembangunan, yakni tata kelola pemerintahan yang bersih, penguatan ekonomi akar rumput, kelestarian lingkungan, serta konsolidasi sosial.
Ujian sesungguhnya bagi 23 wali nagari baru ini baru saja dimulai saat mereka melangkah memimpin dan merangkul seluruh elemen masyarakat. (Yef)
Dan hasilnya telah menentukan siapa terpilih untuk memimpin delapan tahun kedepan.
Pesta demokrasi tingkat nagari yang berlangsung penuh dinamika ini akhirnya melahirkan 23 nakhoda baru yang berhasil mengamankan kepercayaan publik di daerah masing-masing.
Kemenangan ini menjadi awal dari beban amanah besar yang harus dipikul oleh para calon terpilih di wilayahnya.
Para pemenang dituntut membuktikan janji politik mereka lewat pengabdian nyata, demi membawa nagari menuju arah yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
Sinyal dukungan dan penegasan peran strategis para pemenang turut disuarakan oleh Founder Sumbar Agro Industri, DR Adli.
Ia menyoroti bahwa fondasi utama kemajuan daerah berada penuh di tangan para pimpinan nagari terpilih.
“Nagari yang kuat, akan melahirkan Kabupaten Solok yang lebih maju,” tegas Adli.
Daftar kandidat yang sukses menumbangkan rivalnya yakni Simanau (Dhani), Batu Bajanjang (Datul Asri), Kinari (Maifendri), Aie Luo (Sapriadi), Bukik Tandang (Ermanto), Lolo (Nasrizal), Sulit Air (Arianto B), Sibarambang (Riveroni), Paninggahan (Mafril A), Kotosani (Maimirda), Gaung Ciri (Hidayat), dan Batu Barus (Budi Marta).
Nama pemenang lainnya meliputi Aripan (Suherman), Jawi-Jawi (Kelly B), Panyakalan (Novendri), Surian (Salsabil), Kampung Baru Bt Dalam (Karmi), Paninjauan (Yonnafri), Salimpek (Afdalil Zikri), Muara Panas (Jonli A), Kuncir (Jalwarnita), Alahan Panjang (Fauzi U), serta Air Dingin (Endra PG).
Usai kontestasi politis berakhir, sekat perpecahan warga harus segera dilebur demi merajut kembali keharmonisan di tengah masyarakat.
Para wali nagari terpilih kini berhadapan langsung dengan tantangan merealisasikan empat pilar utama pembangunan, yakni tata kelola pemerintahan yang bersih, penguatan ekonomi akar rumput, kelestarian lingkungan, serta konsolidasi sosial.
Ujian sesungguhnya bagi 23 wali nagari baru ini baru saja dimulai saat mereka melangkah memimpin dan merangkul seluruh elemen masyarakat. (Yef)