Pemko Payakumbuh Perkuat Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial
Admin Sumbar Jaya
•
11 September 2026, 07:39 WIB
•
35 views
Payakumbuh, Sumbarjaya.com - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat pemanfaatan data dan informasi geospasial sebagai salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan daerah.
Langkah ini diarahkan agar penetapan prioritas program dan pengalokasian anggaran semakin tepat sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah pada Rabu (9/9/2026) lalu.
Wali Kota (Wako) Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten III Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh Ifon Satria menyampaikan hal tersebut saat membuka Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial dalam Percepatan Pembangunan Daerah di Aula Kantor Bappeda Kota Payakumbuh.
Kegiatan yang diikuti kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh serta Perumda Tirta Sago itu menghadirkan narasumber Dr. Arie Yulfa, ST, MSc, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP) sekaligus dari Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial.
Menurut Ifon Satria ia mengatakan, kualitas pembangunan sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan pemerintah dalam mengambil keputusan. Karena itu, data yang tersedia harus akurat, mutakhir, valid, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Semakin lengkap, akurat, dan terintegrasi data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan dan arah pembangunan yang dapat kita tentukan," ujarnya.
Menurutnya, dari data geospasial memiliki posisi strategis karena tidak hanya menyajikan informasi dalam bentuk angka, tetapi juga menggambarkan lokasi.
Sebaran persoalan, serta potensi yang dimiliki suatu wilayah. Informasi tersebut dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan intervensi pembangunan secara lebih tepat.
Pemanfaatan data geospasial dapat diterapkan dalam berbagai sektor, salah satunya perencanaan tata ruang.
"Informasinya berbasis lokasi membantu pemerintah menentukan pemanfaatan lahan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kondisi wilayah sehingga pembangunan dapat berlangsung lebih terarah dan berkelanjutan," jelas Ifon.
Dari data geospasial juga mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy, Informasinya mengenai lokasi dan sebaran objek pembangunan.
"Ini juga dapat membantu pemerintah menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sekaligus menjadi dasar pengalokasian anggaran berdasarkan kondisi faktual di lapangan," katanya.
Pada sektor kebencanaan, data geospasial dapat dimanfaatkan untuk memetakan kawasan rawan bencana, mengidentifikasi wilayah terdampak, merancang infrastruktur yang lebih tangguh, hingga menentukan jalur dan titik evakuasi.
Pemanfaatannya juga dapat diperluas dalam pengelolaan keuangan daerah, seperti pendataan objek pajak, aset daerah, dan potensi ekonomi berdasarkan lokasi.
Untuk pendataan berbasis lokasi yang lebih akurat diharapkan dapat membantu pemerintah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah. (Daus)